Translate

Selasa, April 14, 2015

PT Gelombang Seismic Indonesia melakukan "mini expose" untuk IPO




PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelenggarakan paparan mini terhadap dua perusahaan yang merencanakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.
"Hari ini PT Anabatic Technologies dan PT Gelombang Seismic Indonesia melakukan "mini expose" untuk IPO pada tahun ini," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurutnya, minat perusahaan melakukan IPO masih cukup baik untuk menambah modal dalam rangka melakukan ekspansi ke depannya. Diharapkan proses IPO kedua perusahaan itu lancar.
Sebelumnya, Hoesen mengatakan bahwa dalam "pipeline" IPO BEI terdapat sebanyak delapan perusahaan yang telah mengajukan untuk melaksanakan IPO pada semester I tahun ini.
Ia menyebutkan, Merdeka Copper Gold Tbk, PP Properti Tbk, Puradelta Lestari Tbk, Indonesia Media Televisi Tbk, Binakarya Jaya Abadi Tbk, Mega Manunggal Property Tbk, Garuda Metalindo Tbk, dan Vallianz Offshore Maritim Tbk.
Tren konsolidasi IHSG tidak cukup mengkhawatirkan untuk mengurungkan niat calon emiten. Pasalnya, fluktuasi IHSG tidak tidak dalam tren penurunan
 Kondisi suku bunga yang tinggi di level 7,5 persen, kata Alfred, harusnya bisa mengalihkan pendanaan calon emiten dari pinjaman ke pasar modal. Tahun ini, belum ada tanda-tanda penurunan suku bunga terlebih tahun ini suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) direncanakan naik.
 “Potensi ekonomi di kuartal III dan kuartal IV akan lebih bagus. Kondisi pemerintah masih cukup stabil, seharusnya ini fase ekspansi dan animonya akan cukup besar,” tambahnya.
Lepas 30 Persen
Sementara itu, Presiden Direktur Panca global Securities Hendra H Kustarjo selaku penjamin emisi IPO PT Gelombang Seismic Indonesia menyampaikan bahwa perseroan akan melepas sekitar 30 persen sahamnya ke publik. Sebagian hasil dana yang didapat dari IPO akan digunakan untuk modal kerja perseroan ke depannya.
"Perseroan menggunakan buku keuangan bulan Desember 2014 sebagai salah satu syarat IPO," katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Handojo Sutjipto mengaku bahwa pihaknya akan menyampaikan surat pendahuluan ke regulator dalam rangka pelaksanaan IPO dan menunjuk BahanaSecurities selaku penjamin pelaksana emisi.
"Kita perusahaan IT di Indonesia yang beroperasi sudah sekitar 12 tahun. Terkait IPO belum bisa dipublikasikan lebih rinci," katanya.
PT Gelombang Seismic Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang survei seismik dan geofiskal. Sedangkan, PT Anabatic Technologies merupakan perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar