21/07/14

PEMBORAN MESIN PUTAR (Rotary)


Ada berbagai macam jenis mesin bor putar, dari yang portable sampai pemboran raksasa seperti pada pemboran minyak yang dapat mencapai kedalaman beberapa kilometer. 
Ada berbagai jenis, dari mulai packsack (dapat diangkat di atas punggung) sampai bor besar harus dipreteli atau diangkat di truck. Alat pemboran (yang disebut drilling-rig) dinilai dari kemampuannya untuk mencapai kedalaman, kemampuan pengambilan contoh batuan dan kemampuan menentukan arah. Selain itu juga kemampuan bergerak di medan merupakan salah satu hal diperhatikan.

Mesin-mesin pemboran putar ini mempunyai prinsip yang sama, namun berdasarkan kemampuannya dapat dibagi sebagai berikut :
Bor mesin ringan (portable drilling rig) 
Bor mesin inti (diamond drilling rig) 
Bor mesin rotari (rotary drilling rigs) 
Bor mesin alir-balik (counterflush drilling rig)

Prinsip Operasi Mesin Pemboran Putar Pada prinsipnya pemboran mesin putar mempunyai prinsip yang sama, yaitu : 
1. Lubang dalam formasi dibuat oleh gerakan putar dari pahat untuk mengeruk batuan dan menembus dengan suatu rangkaian batang bor yang berlobang (pipa). 
2. Rangkaian pipa bor disambungkan pada mesin sumber penggerak dengan berbagai macam alat transmisi, seperti kelly dan rotary table, chuck ataupun langsung. 
3. Sumber penggerak (mesin bensin, diesel dan sebagainya) atau dengan perantaraan kompresor/motor listrik. 
4. Pelumas/pendingin (air, lumpur, udara). Cairan pelumas dipompakan lewat pipa, keluar lewat pahar bor kembali lewat lobang bor di luar pipa (casing) atau sebaliknya. 
5. Pompa sebagai penggerak/penekan cairan pelumas. 
6. Pipa/batang di atas tanah ditahan/diatur dengan menggantungkannya pada suatu menara/derrick dengan sistem katrol atau dipandu lewat suatu rak (rack) untuk keperluan menyambungnya atau mencabut serta melepaskannya dari rangkaian. 
7. Untuk memperdalam lubang bor rangkaian pipa bor ditekan secara hidrolik atau mekanik maupun karena bebannya sendiri. 
8. Conto batuan hasil kerukan mata bor didapatkan sebagai : a. Serbuk atau tahi bor (drill-cuttings) yang dibawa ke permukaan oleh lumpur bor atau air pembilas. Serbuk penggerusan batuan dibawa oleh air pembilas ke permukaan sambil mendinginkan mata bor. b. Inti bor (drill core) yang diambil melalui bumbung pengambil inti (core barrel). 
9. Untuk pengambilan inti mata bor yang digunakan bersifat bolong di tengah sehingga batuan berbentuk cilinder masuk ke dalamnya dan ditangkap oleh core barrel. Mata bor ini biasanya menggunakan gigi dari intan atau baja tungsten. 
10. Bumbung inti (core barrel) diangkat ke permukaan a. Dicabut dengan mengangkat seluruh rangkaian batang bor ke permukaan setiap kali seluruh bumbung terisi. b. Dicabut lewat tali kawat (wireline) melalui lubang pipa dengan kabel). 
11. Pipa selubung penahan runtuhnya dinding lubang bor (casing) dipasang setiap kedalaman tertentu tercapai, untuk kemudian dilanjutkan dengan matabor yang berukuran kecil (telescoping). Pipa selubung dipasang untuk mengatasi adanya masalah seperti masuknya air formasi secara berlebihan (water influks), kehilangan sirkulasi lumpur pemboran karena adanya kekosongan, dalam formasi, atau lemahnya lapisan yang ditembus.
Dalam mendesain program pemboran dan memilih jenis alat bor harus diperhatikan : 
1. Kapasitas kedalaman (tergantung dari) : 
Besanya kekuatan mesin sumber pengerak yang dinyatakan dengan Tenaga Kuda (HP). 
Kekuatan alat penyangga atau menara serta derek untuk menarik beban rangkaian sampai kedalaman yang dituju. 
Besarnya garis tengah pipa bor sesuai dengan besarnya inti yang diminta. 
Kekuatan pompa untuk dapat menyalurkan lumpur sampai kedalaman yang dituju. 
2. Mobilitas, dapat bergerak sendiri (skids, truck) atau kemungkinan untuk dipreteli atau/dan diangkat dengan tenaga manusia ataupun dengan helicopter. 
3. Kemampuan pemboran miring. 
4. Keperluan dan besarnya inti yang diminta. 
5. Perolehan inti (core recovery) (tergantung dari jenis core barrel)

12/07/14

Scouting KKKS - PT. Kalisat Energi Nusantara

I.            Pendahuluan
Dengan rencana KKKS - PT. Kalisat Energi NUsantara yang akan melakukan survey seismic 2D di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, maka perlu dilakukan peninjauan lapangan di daerah tersebut.
Peninjauan ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran keadaan daerah lokasi KKKS -  PT. Kalisat Energi NUsantara, sebelum melakukan pekerjaan seismic 2D. Dari peninjauan ini akan didapatkan gambaran mengenai keadaan kesampaian daerah, geologi, morfologi, sosial budaya masyarakat dan lain-lain sebagai informasi demi kelancaran pekerjaan seismic tersebut.

II.         Kesampaian Daerah
Program Survei Seismik 2D pada Blok Long Hubung – Long Bagun akan dilakukan oleh KKKS - PT. Kalisat Energi Nusantara.  Lokasi KKKS - PT. Kalisat Energi Nusantara terletak dalam wilayah administrasi Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Lokasi peninjauan dapat dilihat seperti pada gambar 1.

Kesampaian daerah ke lokasi survey dapat dicapai dari Jakarta via udara ke Balikpapan dengan waktu tempuh 2 Jam kemudian ke bandara Melalan (Melak) dengan waktu tempuh 70 menit. Lokasi area survey terdekat (Blok Selatan) dapat ditempuh selama 40 menit melalui jalur darat, untuk area terjauh lokasi survey (Blok Utara) 5 jam dengan menggunakan mobil dan dilanjutkan dengan speed boat.
Akses masuk lokasi blok selatan
Akses masuk blok selatan menuju desa tutung (Jalan lurus) dan desa Bilem (Belok kiri)

Akses masuk lokasi blok utara menuju pelabuhan Long Hubung (Penyebrangan kendaraan)
Akses masuk blok utara dari pelabuhan Tering Pabrik menuju desa mamahak besar 
Area survey 2D ini terdiri dari 2 kabupaten, 6 kecamatan dan 8 desa  desa dengan rincian sbb :
Kabupaten Kuta Barat
Kec. Linggang Bigung: Desa Tutung
Kec.Nyuatan: Desa Lakan Bilem
Kec. Long iram : Desa Kelian Luar.
Kabupaten Mahakam Hulu
Kec.Long Hubung: Desa Lutan dan Mamahak Teboq
Kec.Laham: Desa Laham
Kec.Long Bagun: Mamahak Ilir dan Mamahak Ulu.

Peta Lokasi

III.           Rincian Lingkup Pekerjaan
Volume daerah Penyelidikan Seismik 2D di Long Hubung dan Long Bagun ini adalah 156 Km dan 91 Km tail, dengan Total Shot point = 3165 TT. Berikut parameter lengkap akuisisi seismic 2D West Kutai (Long Hubung dan Long Bagun) :

IV.           Morfologi

Secara umum, geomorfologi area survei 2D Block Long Hubung – Long Bagun yang merupakan wilayah KKKS - PT. Kalisat Energi NUsantara merupakan daerah Berbukit. serta hutan belukar dan sedikit adanya permukiman penduduk.
Pada area ini terdapat beberapa anak sungai, namun tidak dapat menjangkau untuk  operasional drilling sepenuhnya, sehingga perlu dipersiapkan tangki air dan slang air lebih banyak untuk mensuplai air.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari supplai air didapatkan dengan menggunakan sumur bor dengan rata-rata kedalaman sekitar 35 m.Untuk akses jalan menuju lintasan sangatlah minim, sehingga pada pengerjaannya nanti akan membutuhkan perintisan untuk akses ke lintasan.Berdasarkan topografinya ketinggian wilayah pada umumnya berkisar antara       0 - 500 m diatas permukaan laut dan wilayah dataran rendahnya berkisar antara   0 – 6 m di atas permukaan laut berupa hutan

Vegetasi di Sebelah Selatan

Vegetasi di Sebelah Selatan Barat
Vegetasi di Sebelah Selatan

Terdapat Sungai Mahakam dengan lebar ± 300 meter yang memotong ujung satu lintasan di  blok selatan menuju bagian Utara.
Sungai Mhakam di sisi Sebelah Utara

Secara hidrologi sumber air yang terdapat di lokasi survey meliputi air permukaan. Air permukaan berupa sungai. Sebagian Lokasi survey merupakan daerah Hulu dari aliran sungai Mahakam yang sangat potensial sebagai sumber air bagi kebutuhan masyarakat baik untuk pertanian dan industri transportasi.
Melihat keadaan morfologi dan jalan yang ada dilokasi survey serta keadaan tanam tumbuh yang sebagian besar berbukit-bukit untuk pekerjaan survei topografi akan mengalami kesulitan dalam hal kemajuan produksinya, kemajuannya akan berkisar antara 1 s/d 1,5 km per crew/hari.
Untuk pekerjaan drilling diperlukan slang air tambahan untuk menjangkau sumber air khususnya di perbukitan.

V.           Kondisi Jalan dan Jembatan
Untuk daerah survei akses jalannya terbatas.
Terdapat beberapa jalan yang terdapat di area survei yaitu :
-         Jalan Aspal/Cor/batu/tanah :Jalan penghubung antar kecamatan dan desa
-         Jalan Sungai Mahakam :    Jalan ke lokasi bagian utara
Untuk transportasi yang digunakan melalui area tersebut bisa menggunakan kendaraan 4WD untuk jalan koral dan tanah yang ketika hujan akan sangat licin.

Akses Jalan Blok Selatan di Tengah Area Survey, menuju Desa Bilem

Akses masuk ke Arah Utara Survey menggunakan speed boat atau kapal.

Akses jembatan di Bagian Utara Menuju Pelabuhan Long Hubung

VI.           Geologi
Geologi daerah KKKS - PT. Kalisat Energi Nusantara, dalam kunjungan yang kami lakukan terdapat singkapan yang dapat menginterpretasikan lapisan bawah permukaan.
Melihat persentase secara keseluruhan baik morfologi dan batuannya pekerjaan drilling akan mengalami hambatan yang sangat berarti dikarenakan merupakan batuan Vulkanik, basalt dan gravel yang tersebar merata di lokasi survei dan setiap crew dapat menyelesaikan minimal 2 lubang/hari tentu saja dengan penggunaan powerrig dan Jackro serta polymer yang cukup banyak.


VII.           Hidrologi
Potensi Sumber Air di lokasi survey sangat minim dikarenakan area yang berbukit-bukit.

VIII.           Tata guna lahan
Wilayah konsesi survei seismik 2D KKKS PT. Kalisat Energy Nusantara terletak di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur dengan rincian sebagai berikut : 

Jenis
Presentasi (%)


Hutan
70
Perkebunan
20
Pemukiman
10

IX.           Klimatologi
Iklim dilokasi KKKS - PT.Kalisat Energi Nusantara menurut penduduk setempat mengenal 2 musim, musim hujan maupun kemarau, seperti pada tempat lainya di Indonesia. Pada musim hujan intensitas hujan  sedang sampai tinggi dan bila hujan disertai petir.
Letak Kecamatan Barong Tongkok yang berada di posisis equator katulistiwa membuat suhu udara cukup tinggi berkisar antara 22.90 – 300 C. Tipe iklim di lokasi survey termasuk iklim tropis, menurut klasifikasi schmidt dan ferguson termasuk iklim tipe D (iklim sedang) dengan karakteristik iklim antara lain:
    1. Suhu udara harian berkisar antara 22,9º C- 32º C.
    2. Kelembaban udara antara 70-80%
    3. Curah hujan rata-rata tahunan 1.428,45 mm dengan jumlah hari hujan 75 hari. Curah hujan minimum adalah 47 mm yang terjadi pada bulan Desember, sedangkan curah hujan maksimum adalah 6.024 mm yang terjadi pada bulan Pebruari.
    4. Angin Barat dan Timur bertiup bergantian setiap 5-6 bulan sekali. Angin Barat bertiup bulan Desember sampai April sedangkan angin TImur bertiup bulan Mei sampai Nopember. Selama periode 14 tahun (1980-1993), angin umumnya berasal dari barat laut (29,35%), timur laut (22,01%) dan utara (18,32%).

X.        Daerah Rawan Bencana
Lokasi survey baik secara geologi maupun berdasarkan topografi memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap beberapa jenis bencana, diantaranya adalah banjir, gerakan tanah, dan tanah longsor. Untuk potensi bencana kegempaan baik tektonik maupun vulkanik di lokasi survey relatif kecil, hal ini disebabkan karena letak lokasi survey yang berada di Kabupaten Mahakam Hulu dan Kabupaten Kutai Barat, dan relatif jauh dari pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.
Penyebab terjadinya tanah longsor di lokasi survey disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dengan durasi di atas normal sehingga menghasilkan air limpasan yang melebihi daya dukung sistem drainase, perubahan penggunaan lahan yang tidak terkendali serta kondisi geologi dan morfologi terutama pada daerah yg memiliki ktinggian curam.

XI.     Sosial Budaya
Penduduk asli daerah tersebut merupakan suku Dayak yang mayoritas beragama Kristen. Sedangkan mayoritas penduduk pendatang dari Jawa dan Sulawesi beragama Islam
Di area survei sebagian besar penduduk petani dan karyawan perusahaan, dan yang lainnya bekerja sebagai pedagang dan pegawai negeri.Dari segi kuantitas, jumlah penduduk Kecamatan Barong Tongkok mengalami penurunan karena adanya pemekaran kecamatan. Namun demikian perkembangan penduduk akhir-akhir cukup pesat, hal ini seiring dengan posisinya sebagai bagian ibukota kabupaten. Pertumbuhan ini terutama di Kampung Barong Tongkok itu sendiri, selain pertambahan luas wilayah perkotaannya. Kecamatan Barong Tongkok merupakan kecamatan yang terbanyak jumlah penduduknya dibandingkan dengan 20 kecamatan lainnya di Kutai Barat. Etnis yang mendominasi mendiami kecamatan ini adalah penduduk asli Suku Dayak mencapai 95 %. Warga Dayak umumnya menganut agama Kristiani meliputi Protestan dan Roma Katolik, sedangkan warga Jawa dan Bugis umumnya beragama Islam, sebagian lagi warga Dayak menganut kepercayaan nenek moyang - Adat Lama (Kaharingan) Meskipun Kecamatan Barong Tongkok dikatagorikan sebagai kecamatan wilayah perkotaan, namun kehidupan masyarakat adat Dayak masih sangat kental, terutama warga Tonyoy-Benuaq. Tiap tahun pasti diadakan ritual-ritual adat, baik yang sifatnya upacara adat kehidupan maupun upacara adat kematian. Hal yang sesuai dengan moto kota yaitu Sendawar Kota Beradat. Beradat akronim dari Bersih, Rapi, Asri, Damai, Aman dan Tentram.

XII.       Logistik
Daerah KKKS - PT. Kalisat Energi NUsantara merupakan daerah yang sulit terutama Blok Utara dikarenakan akses yang kurang. karena terlalu jauh dengan Kota Jakarta sehingga logistik yang merupakan keperluan yang inti dari perkerjaan seismic dalam mob dan demob peralatan tersebut dapat menemui kendala apabila tidak di antisipasi jauh sebelumnya, hal ini tentunya dapat di hindari dengan perencanaan yang matang dalam mobilisasi dan demobilisasi, agar tidak memperbesar biaya operasional seismik .
Sembilan bahan pokok tidak terlalu sulit didapat dikarenakan dekat dengan kota dengan jarak sekitar 15 km, untuk Blok Selatan. Belanja kebutuhan sembilan bahan pokok dapat dilakukan setiap hari. Untuk harga kebutuhan bahan pokok lebih mahal dari Jakarta, dikarenakan di supply dari Samarinda.
Untuk bahan bakar kendaraan di lokasi sangat minim, dikarenakan POM bensin setempat baru buka jam 8 pagi, itupun antrian kendaraan sudah dimulai sebelumnya.

Kapal yang dapat digunakan untuk mobilisasi kru.

Antrian saat pengisian di POM bensin.

XIII.           Base Camp
Base Camp disarankan di daerah Barang Tongkok dengan alasan ada banyak rumah / ruko kosong maupun hotel. Untuk urusan keuangan di lokasi survey terdapat Bank BRI, Bak Mandiri, dan Bank Kaltim. Daerah tersebut mempunyai infrastruktur dan fasilitas yang yang cukup memadai, misal pasar, dikarenakan daerah tersebut mengarah ke permukiman perkotaan.
Untuk di wilayah Barong Tongkok pada umumnya tegangan listrik dari PLN sebagai penyedia listrik cukup bagus, namun dianggap perlu disediakan genset yang cukup untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan listrik di Base Camp selama 24 jam apabila listrik PLN padam.

Lokasi yang bisa menjadi Mess / Basecamp

Lokasi yang cocok dijadikan field Camp di Blok Utara, Desa Mamaha Besar

XIV.           Potensi Masalah /  Hambatan
Potensi masalah baik teknis maupun non teknis saat pekerjaan seismic berlangsung akan timbul jika tidak diantisipasi dari awal sebelum pekerjaan dimulai.
Masalah teknis dan non teknis yang akan timbul antara lain :
  1. Mob demob : Lokasi survey jauh, lokasi survey di blok bagian utara minim akses, hanya dapat dijangkau melalui Sungai Mahakam dengan menggunakan kapal melalui Pelabuhan Melak atau Pelabuhan Long Hubung.
  2. Sosial Masyarakat    : Hal ini perlu diantisipasi, dikarenakan area survey yang terdiri dari multi etnis sehingga tingkat kerawanan sosial akan cukup tinggi misal kecemburuan social, adat istiadat, maupun gesekan-gesekan baik dengan masyarakat lokal maupun non lokal.
Area survei seismic 2D ini hampir sebagiannya merupakan daerah Hutan, sehingga perlu strategi, pendekatan – pendekatan yang tepat kepada pemilik lahan tersebut agar operasional survey dapat berjalan dengan lancar. Komunikasi yang intens juga harus dilakukan kepada intansi Dinas Kehutanan.
  1. Jalan : Kondisi jalan di area survey relative sepi. Namun  apabila hujan lokasi survey licin, sebagian akan berlumpur. Sehingga diperlukan kewaspadaan extra terhadap kendaraan operasi seismic.
Untuk mengantisipasi hal ini dilakukan beberapa cara yaitu;
ü  Pastikan berkendara dengan mengikuti aturan batas kecepatan yang sudah di tentukan
ü  Semua kendaraan harus mengisi journey managemen dan di laporkan ke radio room
ü  Kendaraan selalu di cek setiap pagi dan pastikan semua yang naik kendaraan harus menggunakan sabuk pengaman. dsb
Terkait evakuasi jika terjadi kecelakaan pada karyawan ada beberapa alternatif  rumah sakit yang terdekat, bagus pelayanan dan fasilitasnya yaitu Rumah Sakit Santa Familia, RSUD HIS dan apabila terjadi terjadi kecelakaan yang sifatnya perlu cepat penangannya yang tidak mungkin di bawa ke rumah sakit yang di rekomendasikan, maka kami juga sudah meninjau beberapa puskesmas yang terdekat dengan lokasi kerja.
  1. Kecelakaan di Sungai
Di wilayah area pekerjaan hanya ada 1 (satu) sungai besar yaitu Sungai Mahakam, tentunya kita tetap perlu waspada, terutama yang perlu di perhatikan adalah kecepatan dan ketika berjalan di malam hari. Oleh karena itu dilakukan pencegahan atau antisipasi yaitu dengan :
ü  Dilarang menggendarai perahu di malam hari
ü  Pastikan batas kecepatan
ü  Wajib menggunakan baju pelampung
ü  Di boot harus ada APAR dan Life Ring
ü  Semua karyawan harus memahami prosedur Orang jatuh ke laut. dsb

  1. Potensial Noise
ü  Noise di lokasi suevey relatif kecil di karenakan lokasi berada di perbukitan, serta semak belukar. Pemukiman di lokasi survey jauh. Jalan akses sedikit.

  1. Potensi Rumah Retak
Potensi rumah retak sangat kecil, dikarenak area survey berada di hutan dan perbukitan. Pemukiman di daerah survey tidak terlalu padat.





XV.        Estimasi Operasional
ü  Topografi    : untuk area survei 2D yang dilihat dari surface area yang berbukit, pekerjaan topografi akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya dengan estimasi 1000 s/d 2000 mtr/crews/ hari.
ü  Rintis/bridging: Untuk area survei 2D morfologi daerah yang semuanya berbukit-bukit, maka untuk pekerjaan rintis menjadi masalah dan sukar untuk merintisnya, sedangkan untuk bridging akan  mengalami kesulitan apabila bertemu dengan Jurang dan Tebing. Untuk ketersediaan kayu bridging, disekitaran areal masih terdapat hutan belukar yang dapat dibeli dari penduduk setempat dan Dari hasil scouting volume bridging untuk area survei 2D dapat diestimasi sbb:


Estimasi volume bridging untuk area survei 3D
§  Bridging               :  40 %
§  Tangga-tangga   :   30 %
§  Rintis                   :  30 %

ü  Drilling       : dilihat dari lithologi, morfologi,  juga ketersediaan sumber air, sebagian besar area survei 2D menggunakan mesin power rig dan Jackro, estimasi produksi bor antara 3-6 hole/crews/days
ü  Recording   : dilihat dari jalan akses yg tersedia peralatan labo untuk recording dapat menggunakan truk di blok selatan. Dan di blok bagian utara harus menggunakan mobil double gardan dikarenakan mobil truk tidak dapat mencapai ke lokasi survey (Blok Utara). sedang kemajuan produksi berkisar 60 s/d 120 TT/hari.

XVI.           Saran/Usulan
a.    Perlu sosialisasi yang detail kepada masyarakat setempat dan tokoh adat mengenai pentingnya pekerjaan seismik demi kelancaran pelaksanaan survey. Khusus di daerah perkampungan ketika  akan memasuki area menuju lokasi survey, team kehumasan perlu masuk terlebih dahulu untuk mengkondisikan tokoh adat maupun masyarakat.
Diperlukannya team kehumasan yang kuat, solid, satu komando, disiplin dalam menjelaskan hal-hal yang memang perlu disampaikan dan tidak menjelaskan hal-hal yang tidak perlu dijelaskan kepada masyarakat.
b.    Kerjasama dengan pihak kepolisian dan aparat yang lain untuk keamanan.
d.    Pengadaan barang dan peralatan untuk pekerjaan survey seismic didaerah ini harus diperhatikan sekali dan harus ada stok barang untuk antisipasi adanya kerusakan dan crew yang standby.
e.    BC disarankan di daerah Barong Tongkok, baik akses jalan maupun logistik, Bank  dan kebutuhan sembako, lainya dapat didapat.


XVII.        Kesimpulan
Dilihat dari segala segi Morfologi, base camp, logistic, mob demob dan lain-lain, pekerjaan seismic didaerah Blok Long Hubung Long Bagun ini akan mengalami kesulitan masalah operasional jika tidak disiapkan dengan matang.
Namun dari segi sosial masyarakat, terkait perizinan operasional di daerah pedalaman suku dayak perlu penanganan yang ekstra (Baik pendekatan kepada masyarakat maupun Dinas Sosial dan tokoh adat Kab. Kutai Barat.
Perencanaan pengiriman logistic dan perencanaan tahap-tahap pekerjaan untuk pekerjaan seismic didaerah ini harus matang, jika ada keterlambatan akan berdampak ke pekerjaan lainnya dan akan menimbulkan biaya yang sangat tinggi.