Translate

Selasa, September 11, 2012

Survey Seismik 2D, South Bangara II



Survei seismik 2D blok South Bengara II berada di kabupaten Berau, Kalimantan Timur Blok ini mencakup 6 (enam) kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Redeb, Kecamatan Gunung Tabur, Kecamatan Teluk Bayur, Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Segah yang meliputi 42 kampung atau kelurahan.
Di dalam area survei terdapat banyak perusahaan tambang, logging dan perkebunan diantaranya seperti PT. Bara Jaya Utama, PT. Berau Coal, PT. BBE (Berau Bara Coal), PT.NBC, PT. Rizki Kacida Reana, PT. Satu Sembilan Delapan, PT. WAP, PT. Tanjung Redeb Hutani, PT. Sungai Berlian Bahakti, PT. Rantau Panjang Utama Bakti, PT. Puji Sampurna dan PT. PPC (Pacific Prima Coal). Di sebelah timur base camp daerah survei seismik terdiri dari tambak, mangrove, hutan dan sungai-sungai lebar yang mengindikasikan daerah delta. Sungai yang lebar dan dalam menjadi resiko tinggi bagi surveyor yang melintas.Di sebelah utara terdiri dari hutan, tegalan, tambang batubara, persawahan, semak belukar dan sungai. Hutan bisa menjadi kendala akses masuk karena sebagian masih lebat dan  belum tersentuh manusia. Tambang batubara menjadi kendala karena noise yang ditimbulkan akan mengganggu recording dan juga proses izin untuk setiap kendaraan yang akan melintas.Di sebelah barat base camp terdiri dari kelapa sawit, tegalan, semak belukar, hutan, tambang batubara, dan sungai memotong arah lintasan survei.Secara umum belum banyak jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat masuk ke area lintasan, sehingga dianjurkan surveyor berjalan sepanjang lintasan seismik. Iklim akan mempengaruhi produksi pada musim hujan karena lintasan seismik akan banyak dijumpai genangan air dan jalan licin berlumpur, sebaliknya pada musim panas siang hari terasa sangat terik menyengat.
Hutan di Berau, Kalimantan Timur

rawa, berau, kalimantan timur
Tambang Batubara, Berau, Kalimantan Timur
 Permasalahan yang banyak terjadi di survey seismik di berau adalah akses jalan yang kurang, bila terjadi hujan jalan akses berlumpur sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan. Perizinan ke daerah daerah tambang banyak memakan waktu yg cukup lama, juga harus mengikuti peraturan-peraturan oleh perusahaan tambang yang akan dilalui oleh kru.

Topography

Pengamatan GPS
Pengukuran line, Menggunakan Total Station (Leica)


 Rintis/Bridging

Kru rintis, membuat bridging di Rawa, Berau

 Drilling



Drilling, menggunakan Power Rig
 Recording
Kru Rojok
Shooter

Labo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar